Semasa gw masih pacaran sama dia
sekitar tahun 2009 pengen banget ngerayain satu tahun gw bersamanya januari itu
namun karena ada suatu masalah pribadi gw melewatkannya sampai 3 bulan lamanya.
13 april ini gw berencana mengajak ke suatu tempat yang belum pernah kita
kunjungi dan kemudian memberikan setangkai mawar merah. Namun semua itu
hanyalah impian semata karena awal april hubungan kami sudah berhenti
dikarenakan hal yang tidak masuk akal. Semenjak hari itu kepala gw selalu
berfikir apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa dia ingin menyudahi hubungan ini?
Dan apa salah gw? Kenapa hal yang positif menjadi alasan? dan banyak hal lain
yang gw pertanyakan. Pada hari itu juga gw merasa seperti memiliki dua kepribadian
sekaligus, di sisi yang satu adalah sisi gw yang penyabar, pendiam, dan tenang.
Dan di sisi yang lain adalah sosok gw yang dingin, psikopat, pemarah, agresif
dan senang menyiksa diri yang bukan sosok awal dari diri gw. Namun gw berusaha
mengatasi semua itu tanpa bantuan yang lain karena dimata gw orang-orang yang
ada disekitar tidak mengerti dengan perasaan gw baik itu keluarga, teman maupun
sahabat. Oleh karena itu jika muncul sosok diri gw yang lain, gw pergi ke kamar
dan berusaha menahan diri agar sosok tersebut tidak muncul. Pertama kali sosok
itu muncul, hampir membuat tangan gw tersayat cutter. Saya bersyukur memiliki
sifat yang mampu menahan emosi sehingga hal yang tersebut bisa terlewati. Gw
selalu berupaya menutupi masalah yang gw hadapi dihadapan keluarga teman atau
sahabat. Tetapi akhirnya gw butuh mencurahkan unek-unek supaya mengurangi beban
yang terlalu berat. Di hari berikutnya gw hampir saja memukul teman gw
gara-gara komentarnya setelah mendengar curhat gw yang menyatakan kalau gw
terlalu perasa, apakah itu salah?. Berikutnya gw telfon salah seorang sahabat yang
menurut gw mampu menolong namun percuma. Hal ini terus berkelanjutan dengan
gejolak emosi yang terus berfluktuasi membuat gw merasa terjadi perkelahian
antar dua karakter dalam satu tubuh dan akhirnya jatuh sakit selama sautu minggu.
Semasa sakit, gw pergi kedokter sendiri tanpa memberitau keluarga gw.
Dalam sebulan entah berapa kali gw
masih berhubungan dengan dia mungkin bisa di hitung dengan jari. Ketika smsan ataupun
saat bertemu dengannya sosok gw yang lain ingin mengeluarkan unek-unek
dihadapannya supaya dia tau apa yang sedang gw rasakan taipi gw berusaha untuk
meahannya. Gw inget dulu waktu ngumpul sama temen-temen se-SMP dan ada dia, gw
lebih banyak diem karena gw berusaha menahan sosok gw yang lain. 3 bulan
kemudian sosok gw yang lain itu mulai menghilang namun masih ada beberapa yang
masih ditinggalkannya. Entah apa yang ditinggalkannya tapi gw masih
merasakannya sampai sekarang.
Tida sebatas itu saja saat banyak
godaan yang mebuat goyah kesetian gw tapi gw tetap berdiri kokoh menghadapinya.
Disaat dia meminta kejujuran gw mengungkapkan dengan sejujur-jujurnya. Dia
memiliki kekurangan maupun kelebihan gw terima apa adanya dan hal lainnya. Namun
semuanya hanya sia-sia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar