Senin, 14 November 2011

Tidak Sebatas Ini


Semasa gw masih pacaran sama dia sekitar tahun 2009 pengen banget ngerayain satu tahun gw bersamanya januari itu namun karena ada suatu masalah pribadi gw melewatkannya sampai 3 bulan lamanya. 13 april ini gw berencana mengajak ke suatu tempat yang belum pernah kita kunjungi dan kemudian memberikan setangkai mawar merah. Namun semua itu hanyalah impian semata karena awal april hubungan kami sudah berhenti dikarenakan hal yang tidak masuk akal. Semenjak hari itu kepala gw selalu berfikir apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa dia ingin menyudahi hubungan ini? Dan apa salah gw? Kenapa hal yang positif menjadi alasan? dan banyak hal lain yang gw pertanyakan. Pada hari itu juga gw merasa seperti memiliki dua kepribadian sekaligus, di sisi yang satu adalah sisi gw yang penyabar, pendiam, dan tenang. Dan di sisi yang lain adalah sosok gw yang dingin, psikopat, pemarah, agresif dan senang menyiksa diri yang bukan sosok awal dari diri gw. Namun gw berusaha mengatasi semua itu tanpa bantuan yang lain karena dimata gw orang-orang yang ada disekitar tidak mengerti dengan perasaan gw baik itu keluarga, teman maupun sahabat. Oleh karena itu jika muncul sosok diri gw yang lain, gw pergi ke kamar dan berusaha menahan diri agar sosok tersebut tidak muncul. Pertama kali sosok itu muncul, hampir membuat tangan gw tersayat cutter. Saya bersyukur memiliki sifat yang mampu menahan emosi sehingga hal yang tersebut bisa terlewati. Gw selalu berupaya menutupi masalah yang gw hadapi dihadapan keluarga teman atau sahabat. Tetapi akhirnya gw butuh mencurahkan unek-unek supaya mengurangi beban yang terlalu berat. Di hari berikutnya gw hampir saja memukul teman gw gara-gara komentarnya setelah mendengar curhat gw yang menyatakan kalau gw terlalu perasa, apakah itu salah?. Berikutnya gw telfon salah seorang sahabat yang menurut gw mampu menolong namun percuma. Hal ini terus berkelanjutan dengan gejolak emosi yang terus berfluktuasi membuat gw merasa terjadi perkelahian antar dua karakter dalam satu tubuh dan akhirnya jatuh sakit selama sautu minggu. Semasa sakit, gw pergi kedokter sendiri tanpa memberitau keluarga gw.
Dalam sebulan entah berapa kali gw masih berhubungan dengan dia mungkin bisa di hitung dengan jari. Ketika smsan ataupun saat bertemu dengannya sosok gw yang lain ingin mengeluarkan unek-unek dihadapannya supaya dia tau apa yang sedang gw rasakan taipi gw berusaha untuk meahannya. Gw inget dulu waktu ngumpul sama temen-temen se-SMP dan ada dia, gw lebih banyak diem karena gw berusaha menahan sosok gw yang lain. 3 bulan kemudian sosok gw yang lain itu mulai menghilang namun masih ada beberapa yang masih ditinggalkannya. Entah apa yang ditinggalkannya tapi gw masih merasakannya sampai sekarang.  
Tida sebatas itu saja saat banyak godaan yang mebuat goyah kesetian gw tapi gw tetap berdiri kokoh menghadapinya. Disaat dia meminta kejujuran gw mengungkapkan dengan sejujur-jujurnya. Dia memiliki kekurangan maupun kelebihan gw terima apa adanya dan hal lainnya. Namun semuanya hanya sia-sia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar