Suatu pagi gw pergi ke rumah temen ga jauh dari rumah. Umur gw waktu itu
baru 4 tahun. Di perjalanan ada tukang rujak yang menjual berbagai macam jenis
buah terlihat segar tersimpan didalam lemari kacanya, gw hanya melihat sekilas
dan berlalu ke tempat tujuan. Sesampainya di rumah temen gw cerita tentang
tukang rujak yang lagi mangkal di depan berencana untuk membeli. Temen gw
terhasut omongan terus kita beli buahnya saja. Bambang temen gw beli papaya dia
emang suka papaya tapi gw ga suka makan papaya jadi gw beli semangka. Sedang
lahap-lahapnya makan temen gw tanya
“Cil lu
makan semangka sama biji-bijinya?”
“ho’oh!”
“iiii…
jangan makan sama bijinya tau”
“emang
kenapa?” polos gw bertanya
“nanti perut
kamu tumbuh pohon”
“ah yang
bener?”
“iya, aku
liat di tivi kalo biji bisa tumbuh”
Percaya omongannya gw berhenti makan semangka dengan bijinya. Setiap mau
gigit gw pisahi dulu atara biji semangka dengan daging buahnya fikir gw makan
semangka repot banget. Besoknya gw dan nyokap beli buah ke tukang rujak yang
sama tapi kali ini beda, gw pesen buah melon terus gw bilang ga pake bijinya
sama abangnya dan ibu gw beli semangka.
Sewaktu nyokap makan gw perhatiin dia enjoy aja makan semangka sama
biji-bijinya, gw terheran-heran dan bertanya
“ma! Ko,
makan semangkanya sama bijinya si? Nanti tumbuh pohon diperut loh”
“siapa yang
bilang?”
“Bambang,
katanya kalo makan semangka jangan sama bijinya nanti perutnya tumbuh pohon”
“kamu ini ada-ada
aj, makan semangka sama bijiya ga papa cuma kalo biji yang warnanya agak hitam
ini (sambil menujuk) ga enak makanya di buang kalau yang putih-putihnya ga papa
itu biji yang masih muda”
“ooo… (sial
gw tertipu)”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar