Senin, 05 Maret 2012

Pengetahuan anak dalam percintaan



Cinta tumbuh dimana-mana namun perlakuannya pada masing-masing individu berbeda-beda, apa lagi dikalangan para remaja. Mereka membuat suatu hubungan khusus dimana mereka akan saling mengenal satu sama lain dan  banyak hal yang mereka lakukan agar semakin dekat. Hal itu memang umum dimata kita dimana mereka mulai merasa saling tertarik dengan lawan jenisnya, lalu bagaimana dengan anak-anak?.

Anak-anak juga mengenal cinta umumnya dari lingkungan keluarga mereka baik itu ibu, ayah, kakak, dan saudara-saudaranya yang lain. Berbagai macam cara mereka memberikan rasa kasih sayang kepada sang anak dari berinteraksi fisik maupun non fisik dan lain-lain. Namun bagaimana jika dengan umur mereka yang tergolong masih sangat muda sudah mulai merasakan puber? Hal inilah yang membuat saya tertarik dengan pembahasan ini. Ternyata banyak diantara mereka yang sudah melakukan “pacaran”. Menurut saya anak-anak pada umur berkisar 5-10 tahun kebanyakn lebih senang dengan bermain namun ternyata tidak. Pada umur mereka yag masih sangat muda ternyata sudah mulai tertarik dengan lawan jenis sehingga mereka membuat hubungan yang sering di sebut dengan “pacaran”.

Pembahasan

Untuk memperkuat informasi saya mewawancarai salah satu anak yang berpendidikan sekolah dasar  berumur 8 tahun sebut saja Raka. Dia anak ke dua dari empat bersaudara. Dia memiliki pacar namanya Siska satu kelas dengan dia. Mereka sudah menjalin hubungan 1 bulan. Mulailah saya menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya :
Saya     :“Kenapa kamu bias suka dengan Siska?”
Raka    :“Aku suka sama dia ka dia tu cantik terus pinter lagi makanya aku mau nembak dia. "
Saya     :“Kamu ngerti maksudnya nembak?”
Raka    :“ngerti lah ka, nembak kan klo kita ngomong klo kita suak sama dia kn?”
Saya     :“Emang apa si yang kamu rasain waktu kamu pacaran sama dia?”
Raka    :“Bangga kak, temen-temen pada iri klo aku jadian sama dia”
Saya     :“orang tua kamu tau ga klo kamu pacaran?”
Raka    :“ga tau ka, takut di omelin”
Saya     :“klo tau nanti di omelin kenapa mau ngelakuin?”
Raka    :“habis temen-temen aku yang lain udah pacaran aku juga mau “
Saya     :“Jadi temen-temen kamu ada yang pacaran juga ?”
Raka    :“ada”
Saya     :“ada berapa orang ?”
Raka    :“klo ga salah ada 3”

Setelah itu saya mulai mencari informasi lain dengan mewawancarai temannya yang mempunyai masalah yang sama. Saya mengajukan pertanyaan yang sama dengan temannya. Sebagian besar dari mereka takut untuk memberitaukan hal ini kepada orang tua mereka dengan alasan takut kalau orang tuanya marah kemudian memutuskan hubungan dengan pasangannya, ada juga yang takut kalau orangtuanya marah kemudian dia dipindahkan ke sekolah lain karena orangtuanya memberitaukan untuk tidak berbuat yang macam-macam saat di sekolah.

Kesimpulan

            Dari hasil wawancara yang saya lakukan saya mengambil kesimpulan bahwa anak memiliki rasa tertarik dengan lawan jenis pada usia yang masih sangat muda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar