Cinta tumbuh
dimana-mana namun perlakuannya pada masing-masing individu berbeda-beda, apa
lagi dikalangan para remaja. Mereka membuat suatu hubungan khusus dimana mereka
akan saling mengenal satu sama lain dan
banyak hal yang mereka lakukan agar semakin dekat. Hal itu memang umum
dimata kita dimana mereka mulai merasa saling tertarik dengan lawan jenisnya,
lalu bagaimana dengan anak-anak?.
Anak-anak juga mengenal
cinta umumnya dari lingkungan keluarga mereka baik itu ibu, ayah, kakak, dan
saudara-saudaranya yang lain. Berbagai macam cara mereka memberikan rasa kasih
sayang kepada sang anak dari berinteraksi fisik maupun non fisik dan lain-lain.
Namun bagaimana jika dengan umur mereka yang tergolong masih sangat muda sudah
mulai merasakan puber? Hal inilah yang membuat saya tertarik dengan pembahasan
ini. Ternyata banyak diantara mereka yang sudah melakukan “pacaran”. Menurut
saya anak-anak pada umur berkisar 5-10 tahun kebanyakn lebih senang dengan
bermain namun ternyata tidak. Pada umur mereka yag masih sangat muda ternyata
sudah mulai tertarik dengan lawan jenis sehingga mereka membuat hubungan yang
sering di sebut dengan “pacaran”.
Pembahasan
Untuk memperkuat
informasi saya mewawancarai salah satu anak yang berpendidikan sekolah
dasar berumur 8 tahun sebut saja Raka.
Dia anak ke dua dari empat bersaudara. Dia memiliki pacar namanya Siska satu
kelas dengan dia. Mereka sudah menjalin hubungan 1 bulan. Mulailah saya
menanyakan beberapa pertanyaan kepadanya :
Saya :“Kenapa
kamu bias suka dengan Siska?”
Raka :“Aku
suka sama dia ka dia tu cantik terus pinter lagi makanya aku mau nembak dia. "
Saya
:“Kamu ngerti maksudnya nembak?”
Raka :“ngerti
lah ka, nembak kan klo kita ngomong klo kita suak sama dia kn?”
Saya :“Emang
apa si yang kamu rasain waktu kamu pacaran sama dia?”
Raka :“Bangga
kak, temen-temen pada iri klo aku jadian sama dia”
Saya :“orang
tua kamu tau ga klo kamu pacaran?”
Raka :“ga tau ka, takut di omelin”
Raka :“ga tau ka, takut di omelin”
Saya :“klo
tau nanti di omelin kenapa mau ngelakuin?”
Raka :“habis
temen-temen aku yang lain udah pacaran aku juga mau “
Saya :“Jadi
temen-temen kamu ada yang pacaran juga ?”
Raka :“ada”
Raka :“ada”
Saya :“ada
berapa orang ?”
Raka :“klo
ga salah ada 3”
Setelah itu saya mulai
mencari informasi lain dengan mewawancarai temannya yang mempunyai masalah yang
sama. Saya mengajukan pertanyaan yang sama dengan temannya. Sebagian besar dari
mereka takut untuk memberitaukan hal ini kepada orang tua mereka dengan alasan
takut kalau orang tuanya marah kemudian memutuskan hubungan dengan pasangannya,
ada juga yang takut kalau orangtuanya marah kemudian dia dipindahkan ke sekolah
lain karena orangtuanya memberitaukan untuk tidak berbuat yang macam-macam saat
di sekolah.
Kesimpulan
Dari
hasil wawancara yang saya lakukan saya mengambil kesimpulan bahwa anak memiliki
rasa tertarik dengan lawan jenis pada usia yang masih sangat muda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar